Senin, 03 Juni 2013

Sopir Elf Indramayu – Cirebon Keluhkan Sepinya Penumpang

Aditya Arya Wiralodra
INDRAMAYU (Pos Kota) – Puluhan sopir angkutan penumpang elf trayek Indramayu – Cirebon mengeluhkan sepinya penumpang. Sehingga para sopir sulit memenuhi target setoran.
Dampak sepinya para penumpang itu membuat sejumlah  sopir elf tak mampu membayar upah kenek. Kini mobil angkutan Indramayu – Cirebon itu banyak yang disopiri sendiri tanpa kehadiran seorang kenek yang biasa membantu sopir menarik ongkos di perjalanan.
“Kami sudah sebulan ini tak menggunakan jasa kenek karena minimnya pendapatan,” kata Edi, 29 sopir elf Indramayu – Cirebon.
Dikatakan, jumlah setoran elf bervariasi dari mulai dibawah Rp200 ribu hingga diatas Rp200 ribu. Meskipun setoran itu sudah ditarget namun terkadang sulit mengejar setoran itu. ” Untungnya majikan mau mengerti tentang kondisi sepinya penumpang elf ini,” katanya.
Mengingat penumpang elf sepi, katanya majikan menerima setoran dibawah target. Tak cuma majikan yang maklum, keluarga di rumahpun memaklumi hanya menerima hasil jerih payah dibawah pendapatan normal.
Pada saat kondisi normal sopir bisa membawa pulang uang diatas Rp50 ribu sehari, kini setelah kondisi penumpang sepi hasil jerih payah yang bisa dibawa buat keluarga terkadang tak mencapai Rp50 ribu sehari.
Mul, 36 sopir elf yang lain menambahkan, sepinya penumpang elf  salah satunya disebabkan karena banyak warga Indramayu yang bepergian ke Cirebon naik sepeda motor. Mereka beranggapan naik sepeda motor irit pengeluaran.
Tarif Indramayu – Cirebon per orang sekali jalan Rp8 ribu. Tarif itu bisa lebih rendah lagi apabila penumpangnya sudah menjadi langganan. ” Kalau penumpang langganan kami tarik ongkos Rp7 ribu, apalagi naiknya dari Celancang ke Indramayu,” katanya.(taryani/d).
Suka ·  ·  ·  · Sabtu pukul 22:44
  • Urip Sucipto menyukai ini.
  • Urip Sucipto Penyebab yg mendasar sebetulnya ketika pihak Dishub secara jor2an mengeluarkan ijin trayek kpd mobil angkutan umum tanpa mempertimbangkan quota rasional. Contoh : Penumpang Indramayu Cirebon, jumlah yg ideal disediakan 100 elf. Tiap elf pasti akan mendapatkan penumpang yg memadai. Nah, ketika mustinya 100 elf, diberikan ijin trayek utk 250 elf, apa yg terjadi??.. Tiap kendaraan elf pasti akan berebut penumpang.. akan minim penumpang. Maklum, biaya ijim trayek konon mahalnya minta ampun.. jadi aji mumpunglah, kalau dibatasi, ya sayang.. Yg terjadi, para pemilik elf banyak yg tdk mampu membayar setoran leasingnya..
  • Den Aryo Notonagoro dan juga penyebaran angkutan umum yang tidak merata, , untuk jalur2 tertentu sangat banyak tp di daerah tertentu malah minim, , sehingga dengan mudahny memiliki motor atau mobil pribadi,akhirny beralihlah masy ke kendaraan pribadi, ,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar