Senin, 03 Juni 2013

Magang dan kuliah di Jepang mendapatkan gaji

Orang Indramayu tetapi otak Jepang.
Prof. Rully, saat itu menjabat sebagai Rektor IKOPIN bandung.
Datang ke Indramayu dan menawarkan kerjasama pendidikan kepada Pemkab. Indramayu.
Penawarannya adalah, IKOPIN siap menerima mahasiswa (berprestasi) yang akan di didik di IKOPIN Bandung selama 2 semester. Semester ketiga sampai lulus, para mahasiswa akan dikirim ke Jepang untuk magang kerja dan kuliah di negeri sakura. Para mahasiswa selama magang dan kuliah di Jepang mendapatkan gaji, sehingga ketika pulang ke Indonesia membawa uang dan selesai perkuliahannya.
Penawaran yang sangat menarik.
Bupati Indramayu berfikir, akan mencetak generasi Indramayu dengan pola pikir dan pola kerja orang Jepang.
Lalu Bupati menanyakan biaya per mahasiswa berapa dan juga berapa kuota untuk anak-anak Indramayu?
Prof. Rully balik bertanya, berapa kesanggupan Bupati...?
Lalu Bupati menghitung anggaran beasiswa yang akan digunakan untuk menyekolahkan anak-anak Indramayu ke IKOPIN, hasilnya Indramayu sanggup membiayai 1000 anak-anak Indramayu setiap tahun.
Prof. Rully kaget, dan tidak menyangka antusias Bupati Indramayu terhadap pendidikan yang sangat besar. Karena tidak mungkin jika seluruh mahasiswa IKOPIN dari Indramayu, maka akhirnya dicapai kesepakatan kuota maksimal 100 anak Indramayu dibiayai Pemkab. Indramayu untuk kuliah di IKOPIN.
Maka terjadilah kerjasama dengan IKOPIN Bandung.
Saat ini banyak anak-anak Indramayu yang masih belajar dan bekerja di Jepang.
Semoga mereka akan kembali dengan membawa ilmu dan modal untuk usaha mereka di Indramayu demi memajukan tanah kelahirannya.

Ini kisah sisi lain kepribadian seorang kang Yance.
Suka ·  ·  ·  · 9 jam yang lalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar